<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BambangIrwanto.com</title>
	<atom:link href="http://www.bambangirwanto.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bambangirwanto.com</link>
	<description>Untukmu Para Mujahid Marketing</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 03:13:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mengenal Ragam Strategi Marketing Pemasaran Online</title>
		<link>http://www.bambangirwanto.com/mengenal-ragam-strategi-marketing-pemasaran-online/</link>
		<comments>http://www.bambangirwanto.com/mengenal-ragam-strategi-marketing-pemasaran-online/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 02:58:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bambang Irwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketing Pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[cara beriklan]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan promosi]]></category>
		<category><![CDATA[marketing pemasaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bambangirwanto.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Marketing pemasaran adalah sejumlah kegiatan yang saling terkait, yang tujuannya adalah untuk memahami kebutuhan konsumen serta mengembangkan distribusi, pelayanan, promosi, dan harga. Denga demikian, konsumen dapat terpuaskan kebutuhannya. Ada pula yang menyederhanakan pengertian pemasaran (marketing) sebagai semua kegiatan yang berhubungan dengan penyampaian produk atau jasa dari produsen ke konsumen. Marketing pemasaran merupakan ujung tombak yang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Marketing pemasaran</strong> adalah sejumlah kegiatan yang saling terkait, yang tujuannya adalah untuk memahami kebutuhan konsumen serta mengembangkan distribusi, pelayanan, promosi, dan harga. Denga demikian, konsumen dapat terpuaskan kebutuhannya. Ada pula yang menyederhanakan pengertian pemasaran (marketing) sebagai semua kegiatan yang berhubungan dengan penyampaian produk atau jasa dari produsen ke konsumen.</p>
<p>Marketing pemasaran merupakan ujung tombak yang sangat menentukan keberhasilan sebuah  bisnis. Keberhasilan pemasaran berarti keberhasilan bisnis. Sebaliknya, kegagalan pemasaran bermakna kegagalan bisnis. Apalah artinya produk berkualitas, harga kompetitif, dan peluang pasar  terbuka lebar jika semua nilai lebih ini gagal dipasarkan. Ketika konsumen tidak dapat menangkap nilai lebih sebuah produk atau jasa akibat kegiatan pemasaran tidak mampu mengemas dan menyampaikan pesan secara benar, dapat dipastikan tindakan pembelian yang merupakan tujuan akhir sebuah bisnis tidak akan terjadi.<span id="more-28"></span></p>
<p>Sedemikian penting peran marketing pemasaran dalam menentukan hidup matinya sebuah organisai bisnis. Oleh karena itu, seluruh kegiatan marketing, yang antara lain meliputi penentuan desain produk, aktivitas promosi, cara-cara beriklan, penyampaian produk ke konsumen, komunikasi dengan konsumen, hingga distribusi produk sampai ke tangan para konsumen, harus dilakukan menggunakan strategi-strategi yang jitu.</p>
<p>Strategi marketing pemasaran yang jitu ini harus diterapkan pada semua lini kegiatan marketing, termasuk aktivitas marketing secara online. Secara umum, kegiatan pemasaran secara online meliputi hal-hal berikut ini.</p>
<ol>
<li>Presentasi di web atau blog.</li>
<li>Kegiatan beriklan dengan menggunakan media banner.</li>
<li>Kegiatan promosi melalui email.</li>
<li>Kegiatan promosi menggunakan mesin pencari.</li>
<li>Kegiatan promosi di jaringan sosial</li>
</ol>
<p>Untuk mancapai hasil yang optimal dari sebuah kerja pemasaran, setiap jenis kegiatan pemasaran secara online harus didukung dengan strategi yang tepat. Sinergi antara suatu jenis kegiatan pemasaran dengan strategi yang tepat dapat menjadi formula jitu untuk mencapai keberhasilan. Berikut adalah strategi-strategi yang tepat diterapkan pada masing-masing aktivitas pemasaran online.</p>
<ol>
<li>Presentasi di web atau blog</li>
</ol>
<ul>
<li>Membuat desain web atau blog semenarik mungkin, baik dari aspek tata letak, pemilihan warna, gambar, maupun foto atau animasi.</li>
<li>Membuat tampilan web atau blog nyaman untuk mata. Kita tentu sering menjumpai web atau blog yang isinya sebenarnya menarik, tetapi tampilan yang terasa tidak nyaman membuat kita malas untuk berlama-lama mengunjungi web atau blog tersebut. Ketidaknyamanan ini dapat bersumber dari warna latar yang terlalu gelap atau terlalu mencolok, animasi yang mengganggu konsentrasi membaca, atau gambar dan animasi yang terlalu banyak sehingga proses pemuatan menjadi sangat lambat.</li>
<li>Sajikan informasi yang meyakinkan dan mudah diakses.</li>
<li>Buatlah prosedur pemesanan produk yang semudah mungkin bagi konsumen.</li>
<li>Sertakan daftar harga pada setiap produk atau jasa yang Anda tawarkan.</li>
</ul>
<ol>
<li>Beriklan menggunakan banner</li>
</ol>
<ul>
<li>Tempatkan banner di tempat yang tepat, antara lain sebagai berikut; media-media online ternama, situs jejaring sosial, seperti Twitter dan Facebook, serta situs web-situs web yang banyak dikunjungi oleh pengguna internet.</li>
</ul>
<ol>
<li>Kegiatan promosi melalui email</li>
</ol>
<ul>
<li>Perlakukan calon konsumen sebagai individu. Kirimkan email yang bersifat personal. Satu email ditujukan untuk satu calon konsumen, dengan menyapa nama orang per orang. Hindari mengirim email yang ditujukan untuk banyak orang sekaligus.</li>
<li>Tindaklanjuti satu email promosi dengan email berikutnya, hingga lima atau enam email. Email yang dikirim belakangan harus memperjelas email yang dikirim lebih dahulu. Mengirim hanya satu email biasanya tidak akan menghasilkan apa pun.</li>
<li>Jika tidak memungkinkan dilakukan secara manual, promosi melalui email dapat dilakukan dengan menggunakan software autoresponder.</li>
</ul>
<ol>
<li>Kegiatan promosi menggunakan mesin pencari.</li>
</ol>
<ul>
<li>Bekerja sama dengan jasa SEO untuk meningkatkan peringkat web di mesin pencari.</li>
</ul>
<ol>
<li>Kegiatan promosi di jaringan sosial</li>
</ol>
<ul>
<li>Membuat akun di sejumah jaringan sosial.</li>
<li>Mencari teman sebanyak mungkin.</li>
<li>Melakukan komunikasi secara intens dengan teman-teman di jaringan sosial.</li>
<li>Promosikan produk yang dijual dan bincangkan dengan teman-teman di jaringan sosial.</li>
</ul>
<ol>
<li>Bergabung dengan situs-situs pengiklan</li>
</ol>
<ul>
<li>Pilihlah cara beriklan yang berbayar (bukan iklan gratis). Dengan membayar, iklan akan terus ditayangkan.</li>
<li>Mintalah komentar positif tentang produk Anda dari para kolega Anda. Cara ini dapat menjadi salah satu jalan untuk meyakinkan calon konsumen bahwa produk Anda memang berkualitas dan layak dibeli. Buktinya adalah banyaknya pembeli lain yang memuji produk Anda.</li>
</ul>
<p>Masih banyak strategi <strong>marketing pemasaran</strong> online lain yang dapat Anda terapkan. Anda dapat menemukan informasi sebanyak mungkin tentang hal ini di internet. Lalu, memilih salah satu atau beberapa strategi pemasaran yang paling Anda kuasai, Anda rasa paling cocok dengan produk yang Anda jual dan citra perusahaan Anda, serta sesuai dengan biaya yang Anda anggarkan.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>cara meyakinkan seorang yang dibohongi</li><li>irwanto</li><li>materi modals</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bambangirwanto.com/mengenal-ragam-strategi-marketing-pemasaran-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Bisnis yang Kukuh dengan Menaati Hukum Bisnis</title>
		<link>http://www.bambangirwanto.com/membangun-bisnis-yang-kukuh-dengan-menaati-hukum-bisnis/</link>
		<comments>http://www.bambangirwanto.com/membangun-bisnis-yang-kukuh-dengan-menaati-hukum-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2012 10:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bambang Irwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[bentuk-bentuk badan usaha]]></category>
		<category><![CDATA[hukum bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[transaksi dagang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bambangirwanto.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Hukum diperlukan dalam setiap bidang kehidupan, termasuk dalam bidang bisnis (hukum bisnis). Secara umum hukum bertujuan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah hukum tersebut, antara lain memberikan kepastian hukum, mengatur ketertiban dalam masyarakat, mewujudkan keadilan, menyelesaikan konflik, dan menggerakkan pembangunan. Demikian juga dengan hukum bisnis. Hukum bisnis bertujuan untuk...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hukum diperlukan dalam setiap bidang kehidupan, termasuk dalam bidang bisnis (<strong>hukum bisnis</strong>). Secara umum hukum bertujuan untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang tinggal di wilayah hukum tersebut, antara lain memberikan kepastian hukum, mengatur ketertiban dalam masyarakat, mewujudkan keadilan, menyelesaikan konflik, dan menggerakkan pembangunan.</p>
<p>Demikian juga dengan hukum bisnis. Hukum bisnis bertujuan untuk memberikan kepada para pelaku bisnis berupa keadilan, kepastian hukum, dan ketertiban dalam menjalankan kegiatan bisnis mereka. Secara sederhana hukum bisnis dapat dipahami sebagai kaidah-kaidah hukum yang mengatur pelaksanaan kegiatan bisnis.</p>
<p>Secara umum, kegiatan bisnis digolongkan menjadi tiga bentuk, yaitu kegiatan perdagangan, kegiatan industri, dan kegiatan jasa. Kegiatan perdagangan adalah aktivitas jual beli yang dilakukan oleh orang per orang atau badan. Kegiatan industri meliputi seluruh kegiatan memproduksi barang-barang. Sedangkan, kegiatan jasa adalah semua kegiatan penyediaan jasa yang dilakukan oleh orang per orang atau badan.</p>
<p>Keberadaan hukum bisnis menjadi sangat penting karena hampir mustahil para pelaku bisnis dapat menjalankan kegiatan bisnisnya dengan lancar, aman, dan tertib tanpa adanya perlindungan dan arahan dari aturan-aturan hukum, dalam hal ini hukum bisnis.</p>
<p>Kegiatan bisnis yang sedemikian kompleks memang membutuhkan payung hukum yang jelas. Bayangkan jika kerja sama bisnis yang melibatkan dua atau beberapa pihak di dalamnya, hanya dijalankan berdasarkan itikad baik atau kesepakatan lisan. Adakah yang dapat menjamin bahwa masing-masing pihak akan menunaikan seluruh kewajibannya, atau sebaliknya mendapatkan seluruh haknya?</p>
<p>Hukum bisnis juga diperlukan ketika terjadi perselisihan atau konflik di ranah bisnis. Tanpa hukum bisnis, bukan tidak mungkin perselisihan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis diselesaikan menggunakan “hukum rimba” atau melalui jalan kekerasan.</p>
<p>Itu baru sebagian kecil alasan mengapa hukum bisnis menjadi sangat penting. Masih banyak aspek lain dalam bidang bisnis yang membutuhkan pengaturan hukum, misalnya perlindungan konsumen untuk mendapatkan produk yang sehat, tidak kedaluwarsa, atau dijamin halal.</p>
<p>Contoh-contoh lain hukum di bidang bisnis, antara lain kontrak bisnis, bentuk-bentuk badan usaha, jaminan hutang, perbankan, hak kekayaan intelektual, ketenagakerjaan, investasi, penanaman modal, surat berharga, perpajakan, larangan monopoli, transaksi dagang, asuransi, distribusi, likuidasi, kepailitan, merger, pembiayaan, perkreditan, pasar modal, keagenan, dan perdagangan internasional.</p>
<p>Jika Anda seorang pelaku bisnis, maka mematuhi segala peraturan yang tercakup di dalam hukum bisnis merupakan sebuah kewajiban. Ketaatan terhadap hukum bisnis merupakan fondasi untuk membangun sebuah bisnis yang kukuh, bermartabat, dan aman. Sebaliknya, pelanggaran terhadap hukum pasti akan menuai sanksi hukum. Pelanggaran terhadap hukum bisnis akan membawa bisnis Anda ke jurang berbagai permasalahan, misalnya pemboikotan oleh konsumen, perlawanan dari para tenaga kerja, batalnya kontrak-kontrak bisnis, dan tuntutan hukum oleh pihak-pihak yang merasa dirugikan.</p>
<p>Bagaimana caranya agar Anda dapat menjalankan bisnis sesuai dengan ketentuan hukum bisnis? Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat Anda tempuh untuk memiliki bisnis yang taat hukum.</p>
<ol>
<li>Mengetahui secara pasti dan memahami peraturan-peraturan yang mengatur bidang bisnis yang Anda geluti.</li>
<li>Itikad baik, tekad, dan tanggung jawab akan menuntun Anda menjadi pribadi yang memiliki kesadaran untuk mematuhi hukum dan menghindari pelanggaran terhadap hukum. Itikad baik, tekad, dan tanggung jawab akan memagari Anda untuk tidak melakukan, misalnya manipulasi pajak, memproduksi barang-barang yang tidak aman dikonsumsi, atau mencurangi rekanan bisnis Anda.</li>
<li>Jika Anda melakukan kegiatan bisnis dalam sebuah wadah badan usaha, yang melibatkan sejumlah tenaga kerja atau karyawan, maka Anda wajib melakukan sosialisasi atau memberikan pelatihan kepada karyawan Anda tentang hukum yang terkait dengan bidang usaha Anda dan kewajiban semua orang di perusahaan Anda untuk menaatinya. Ketaatan Anda terhadap hukum bisnis akan menjadi sia-sia jika orang-orang di perusahaan Anda justru melakukan pelanggaran. Hal ini karena bagaimanapun, pelanggaran hukum yang dilakukan karyawan Anda pasti akan menyeret nama Anda dan perusahaan Anda.</li>
<li>Meningkatkan sistem pengawasan di perusahaan Anda sehingga ketika ada indikasi praktik pelanggaran hukum bisnis, dapat ditangani sesegera mungkin, sebelum masalahnya berkembang menjadi besar.</li>
<li>Meminta bantuan hukum kepada ahlinya, misalnya pengacara atau notaris, untuk menangani permasalahan hukum bisnis ketika Anda hendak membangun sebuah bisnis dan masa sesudahnya (ketika Anda telah menjalankan kegiatan bisnis).</li>
<li>Menetapkan standar yang tinggi ketika memilih rekanan kerja. Pilihlah rekanan kerja yang kinerjanya baik dan ketaatannya pada hukum bisnis telah teruji. Hal ini dapat menjadi langkah pencegahan Anda terseret tindakan pelanggaran hukum yang mungkn dilakukan oleh rekanan bisnis Anda. Juga langkah pecegahan timbulnya perselisihan akibat rekanan kerja Anda tidak menaati hukum.</li>
</ol>
<p>Menaati <strong>hukum bisnis</strong> akan menghindarkan Anda dari berbagai persoalan, sekaligus membuat kegiatan bisnis Anda aman dan terlindungi. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak melakukannya.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>hukum bisnis secara umum</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bambangirwanto.com/membangun-bisnis-yang-kukuh-dengan-menaati-hukum-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Modal Bisnis: Modal Materi dan Modal Nonmateri</title>
		<link>http://www.bambangirwanto.com/modal-bisnis-modal-materi-dan-modal-nonmateri/</link>
		<comments>http://www.bambangirwanto.com/modal-bisnis-modal-materi-dan-modal-nonmateri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 13:38:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Bambang Irwanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[biaya operasional]]></category>
		<category><![CDATA[kunci sukses bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[membangun usaha]]></category>
		<category><![CDATA[modal bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bambangirwanto.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Setiap kegiatan bisnis pasti memerlukan yang namanya modal bisnis. Tanpa adanya modal, mustahil sebuah bisnis dapat dibangun, dijalankan, dan dikembangkan. Tidak heran, banyak orang mengurungkan niatnya untuk berbisnis karena merasa tidak memiliki modal. Tidak sedikit pula orang yang merasa pesimistis bahwa bisnisnya akan berhasil karena nominal modal yang dimilikinya tergolong kecil. Itulah yang terjadi jika...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap kegiatan bisnis pasti memerlukan yang namanya <strong>modal bisnis</strong>. Tanpa adanya modal, mustahil sebuah bisnis dapat dibangun, dijalankan, dan dikembangkan. Tidak heran, banyak orang mengurungkan niatnya untuk berbisnis karena merasa tidak memiliki modal. Tidak sedikit pula orang yang merasa pesimistis bahwa bisnisnya akan berhasil karena nominal modal yang dimilikinya tergolong kecil.</p>
<p>Itulah yang terjadi jika uang atau benda (modal materi) diyakini sebagai satu-satunya modal bisnis. Padahal, kenyataannya tidaklah demikian. Modal materi memang modal bisnis yang sangat penting, tetapi bukan satu-satunya. Masih ada modal bisnis lain yang tidak kalah penting, yang juga sangat menentukan keberhasilan sebuah bisnis. Itulah modal nonmateri.</p>
<p>Sinergi kedua jenis modal ini merupakan kunci sukses bisnis. Modal materi yang berlimpah saja tidak cukup menjadi jaminan suksesnya sebuah bisnis, tanpa diimbangi modal nonmateri yang memadai.</p>
<p>Bagaimana kedua jenis modal ini menjadi entitas yang tidak dapat dipisahkan? Modal materi diperlukan setidaknya untuk empat pembiayaan, yaitu ketika mulai membangun usaha, modal kerja, modal operasional, dan modal pengembangan usaha.</p>
<p>Ketika mulai membangun bisnis, tentu saja Anda membutuhkan modal materi untuk berbagai pembelian, misalnya bangunan, komputer, mesin kasir, meja, kursi, alat tulis, lemari, dan sebagainya, bergantung pada jenis bisnis Anda. Bahkan, untuk bisnis online sekalipun, modal materi untuk awal membangun usaha tetap diperlukan, misalnya komputer, telepon, atau biaya untuk bisa mendapatkan koneksi internet. Nilai modal materi yang dikeluarkan di awal membangun bisnis ini biasanya cukup tinggi. Namun, ini sebanding dengan daya guna peralatan atau bangunan yang bisa bertahan dalam jangka panjang.</p>
<p>Setelah tempat dan segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk membangun usaha terpenuhi, modal bisnis yang diperlukan selanjutnya adalah modal kerja. Modal ini diperlukan, misalnya untuk membeli bahan baku produksi atau pembelian barang-barang yang akan dijual kembali, bergantung jenis bisnis Anda.</p>
<p>Jika Anda bergerak di bisnis toko pakaian atau toko kelontong, uang untuk pembelian pakaian atau produk-produk yang akan Anda jual di toko Anda itulah yang dinamakan sebagai modal kerja. Jika Anda berbisnis di bidang percetakan misalnya, modal kerja Anda adalah uang yang Anda belanjakan untuk membeli tinta, kertas, film, dan sebagainya. Atau, jika Anda membuat sendiri produk yang akan Anda jual, Anda memerlukan modal kerja untuk membeli bahan baku guna memproduksi barang-barang yang akan Anda buat dan jual. Modal kerja untuk bisnis online, misalnya untuk pembelian hosting, domain, atau autoresponder.</p>
<p>Biaya operasional, misalnya gaji karyawan dan pembayaran bermacam-macam pajak (air, listrik, telepon, retribusi), merupakan bagian tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis. Uang yang harus Anda keluarkan untuk menutup biaya operasional inilah yang disebut sebagai modal operasional.</p>
<p>Ketika Anda telah menjalankan bisnis Anda dalam kurun waktu tertentu, dan faktanya bisnis berjalan lancar, pelanggan Anda terus bertambah atau penjualan Anda terus meningkat, Anda tentu harus melakukan pengembangan usaha untuk dapat memenuhi permintaan pasar. Pengembangan usaha ini sudah pasti memerlukan modal. Hal ini karena Anda perlu kembali melakukan berbagai pembelian, baik perlatan maupun barang baku produksi atau barang-barang yang hendak dijual kembali. Modal untuk memenuhi kebutuhan inilah yang dimasukkan sebagai modal pengembangan usaha.</p>
<p>Kecukupan modal materi belumlah bisa dijadikan andalan untuk meraih sukses dalam berbisnis. Masih ada modal nonmateri yang juga harus Anda penuhi sehingga Anda memiliki formula jitu untuk menjadi pebisnis sukses. Modal materi, antara lain meliputi waktu, kreativitas, jaringan, mental (misalnya tekad kuat, semangat pantang menyerah, dan berani mengambil risiko), dan sikap positif (misalnya, kemampuan memimpin/leadership, rendah hati dan selalu menghargai orang lain, jujur, serta bertanggung jawab).</p>
<p>Modal nonmateri memang tidak kasatmata, tetapi justru sangat menentukan keberhasilan seseorang menjalankan bisnis. Apalah artinya memiliki modal besar jika seseorang tidak mampu mengelola dengan baik, tidak punya waktu untuk fokus pada bisnisnya, atau tidak memiliki tekad dan semangat yang kuat untuk meraih sukses. Modal yang berlimpah itu bisa saja justru habis tanpa meninggalkan bekas berupa kesuksesan.</p>
<p>Atau, apalah gunanya mempunyai modal besar jika seseorang tidak memiliki kreativitas untuk memilih jenis bisnis yang tepat, mengemas produk semenarik mungkin, atau membidik segmen pasar yang tepat.</p>
<p>Itulah pentingnya modal nonmateri. Maka, jika modal materi yang Anda miliki tidak sebesar yang Anda inginkan, peluang Anda untuk sukses dalam bisnis masih terbuka lebar, yaitu dengan memaksimalkan modal nonmateri yang ada pada diri Anda.</p>
<p>Jaringan yang luas, kreativitas dalam menciptakan dan mengemas produk, semangat pantang menyerah, dan sikap positif yang Anda miliki dapat membawa Anda menyusuri jalan kesuksesan ke depan nanti.</p>
<p>Memiliki <strong>modal bisnis</strong>, baik modal materi maupun modal nonmateri memang menjadi dambaan semua orang yang ingin terjun ke dunia bisnis. Namun, jika Anda belum memiliki keduanya, janganlah ini membuat keinginan Anda menjalankan bisnis menjadi surut.</p>
<h4>Incoming search terms:</h4><ul><li>bambangirwanto com</li><li>modal apa saja yang dibutuhkan untuk toko baju</li><li>usaha toko alat tulis modal</li></ul>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bambangirwanto.com/modal-bisnis-modal-materi-dan-modal-nonmateri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

